Minggu, 21 Juni 2015

Judul Asli : How Can Automatic Feedback Help Students Construct Automata ?
Penulis : Loris D’antoni, Dileep Kini, Rajeev Alur, Sumit Gulwani, Mahesh Viswanathan, Bjorn Hartmann.
URL/doi : http://dx.doi.org/10.1145/2723163

Abstrak asli :
In computer-aided education, the goal of automatic feedback is to provide a meaningful explanation of students’ mistakes. We focus on providing feedback for constructing a deterministic finite automaton that accepts strings that match a described pattern. Natural choices for feedback are binary feedback (correct/wrong) and a counterexample of a string that is processed incorrectly. Such feedback is easy to compute but might not provide the student enough help. Our first contribution is a novel way to automatically compute alternative conceptual hints. Our second contribution is a rigorous evaluation of feedback with 377 students. We find that providing either counterexamples or hints is judged as helpful, increases student perseverance, and can improve problem completion time. However, both strategies have particular strengths and weaknesses. Since our feedback is completely automatic, it can be deployed at scale and integrated into existing massive open online courses.
Categories and Subject Descriptors: H.5.m. [Information Interfaces and Presentation (e.g., HCI)]:Miscellaneous
General Terms: Human Factors, Experimentation
Additional Key Words and Phrases: Autograding, feedback, automata, A/B study

Pengkaji : Bintang JP Putra

Ulasan/Kajian :
Teknologi terutama komputer saat ini telah banyak digunakan untuk semua bidang, teutaman di bidang pendidikan, komputer banyak digunakan sebagai alat pembelajaran dan pembuatan automata oleh siswa. Automata adalah suatu sistem yang mempelajari tentang mesin abstrak yang menerima inputan dan mengeluarkan output dalam bentuk diskret. Namun jika siswa mengalami kesulitan atau melakukan kesalahan, maka diperlukan suatu alat untuk memberikan feedback (umpan balik) secara otomatis. Feedback otomatis ini berupa robot (both) secara online maupun offline yang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang kesalahan yang dilakukan para siswa.

Pada awalnya alat ini hanya difokuskan untuk memberikan feedback hanya terbatas pada menerima string hasil masukan yang sama dengan hasil yang telah ditetapkan. feedback tersebut berupa 2 jenis feedback yaitu feedback biner (berupa benar atau salah) dan feedback penunjuk error yang menunjukan letak kesalahan (error-specific). Namun setelah dikaji lagi, alat tersebut dirasa tidak cukup membantu siswa untuk menyelesaikan masalahnya.

Setelah diteliti lagi, akhirnya ditemukan suatu algoritma pemecahan suatu masalah. Algoritma tersebut dapat mendeteksi jenis kesalahan yang dilakukan para siswa dan memberikan feedback. Algoritma ini menjadi kontribusi pertama yang berhasil dilakukan D’antoni dkk. Mereka menemukan cara untuk memberikan feedback dan memberikan solusi pemecahan masalahnya. Selain menunjukan error juga menunjukan solusi jika terdapat kesalahan sintaks juga memberikan solusi permasalahan konseptual.

Diakhir kajian, mereka melakukan perbandingan antara ketiga jenis feedback tersebut yaitu feedback biner, feedback penunjuk error dan feedback berbasis petunjuk solusi. Ketiga jenis feedback ini dibandingkan dan diuji coba dengan 377 siswa kursus. Dan didapatkan hasil jika feedback penunjuk error dan feedback berbasis petunjuk solusi lebih efektif dalam menyelesaikan masalah. Akan tetapi, dari dua jenis feedback tersebut belum diketahui perbedaan yang signifikan antara kedua jenis feedback. Namun, jika ditinjau lagi dua jenis feedback ini memiliki manfaat yang berbeda. siswa memperoleh sedikit petunjuk dimana letak kesalahan yang dilakukannya dari feedback penunjuk error. Sedangkan untuk feedback petunjuk solusi, siswa memperoleh petunjuk jika terdapat kesalahan sintaks dan secara konseptual.

Berikut gambar dimana proses feedback penunjuk error dengan feedback petunjuk solusi :

Gambar 1 Proses feedback

Dari gambar diatas dapat dilihat jika pada attempt 1 terdapat kesalahan dibagian akhirnya no. 4 (feedback error-specific) langsung mendapat feedback otomatis berupa petunjuk solusi (feedback petunjuk solusi). Begitu juga pada attempt 2 pada bagian no. 5 harus terdapat perubahan, dan proses tersebut akan dicoba berulang kali sampai benar. Dan hasil dari perbandingan ketiga jenis feedback yang dilakukan oleh D’antoni dkk dapat dilihat dari diagram dibawah ini. Secara keseluruhan memang dapat disimpulkan jika feedback penunjuk error dibawah dinamakan counter example dan feedback petunjuk solusi dibawah dinamakan hint paling berguna untuk semua permasalahan dan membantu memahami kesalahan serta membenarkannya. Dan ternyata diketahui jika feedback biner adalah feedback yang paling membingungkan. Namun ketiga feedback sangat berguna jika digunakan sesuai kondisinya permasalahannya (dalam kajian ini permasalahan yang dimaksud adalah pembelajaran dan pembuatan automata).

 Gambar 2 Grafik rating perbandingan antar ketiga jenis feedback

Posted on 00.00 by Bintang Kecil

10 comments

Kamis, 28 Mei 2015

Postingan kali ini mengenai interaksi manusia komputer unsur usability heuristic menurut nielsen's.

Unsur help and documentation, Meskipun sistem lebih baik dapat digunakan tanpa petunjuk atau dokumentasi, namun memberikan bantuan dan dokumentasi tetap diperlukan untuk sebuah sistem.

Dari unsur aesthetic and minimalist design, website 007museum ini memberikan bantuan maupun dokumentasi mengenai website ini. Bagaimana mau terdapat help ataupun dokumentasi (misal about atau panduan), menu utama dibagian header atau footer atau dibagian kiri website pun saja tidak ada. Saya sudah bingung, tambah bingung dalam mengulas ini haha. Coba perhatikan gambar berikut :

Gambar 1: header









Gambar 2 : footer


















mungkin si pembuat website lelah dalam membuat website, dan asal main publish hahaha. Permasalahan yang pertama, pengguna sudah bingung dengan website 007museum ini, makin menjadi bingung dengan tidak terdapat help and documentation. Seharusnya website ini dapat menjadi website yang sering dikunjungi oleh penggemar 007 (James Bond), akan tetapi setelah memperhatikan website dan mengulasnya menurut unsur usability heuristic, website ini "sungguh terlalu".
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Permasalahan yang kedua, mungkin jika kita terdapat kesulitan atau kebingungan, kita harus kontak ke email 007museum@telia.com atau telp ke no diatas yang tertera pada bagian footer. Menurut saya ini adalah permasalahannya, website ini jadi tidak interaktif dengan pengguna. Jika kita harus mengirim email atau telp ke no tersebut, apa fungsi website ini.

Rekomendasi perbaikan untuk website 007museum poin help and documentation, sebaiknya pembuat website perlu belajar lebih lanjut mengenai web, serta tidak membuat pengguna bingung, dan makin bingung lagi dengan tidak adanya bantuan ataupun dockumentasi. Tidak lupa, agar website menjadi sedikit interaktif, terdapat halaman kritik dan saran atau komentar untuk bertanya.

saverity rating untuk poin ini yaitu Usability catastrophe .

referensi :
Nielsen J. 1995a. 10 Usability Heuristics for User Interface Design.
http://www.nngroup.com/articles/ten-usability-heuristics/

Nielsen J. 1995b. Severity Ratings for Usability Problems
http://www.nngroup.com/articles/how-to-rate-the-severity-of-usability-problems/

Posted on 13.20 by Bintang Kecil

7 comments

Postingan kali ini mengenai interaksi manusia komputer unsur usability heuristic menurut nielsen's.

Unsur aesthetic and minimalist design, diharapkan desain sebuah website sebaiknya tidak terdiri dari informasi yang tidak relevan atau yang jarang dibutuhkan karena setiap tambahan informasi akan bersaing dengan informasi lainnya yang mengurangi visibilitas informasi lain.

Dari unsur aesthetic and minimalist design, website 007museum ini tidak membuat desain yang mengandung estetika ataupun desain minimalis. Coba perhatikan gambar berikut :

Gambar 1 :














Gambar 2 :

 

Gambar 3 :




Perhatikan screenshot tiga gambar diatas, masalah pertama terkait aesthetic and minimalist design adalah semua tulisan berupa link bahkan gambar sekalipun, tatanan website berantakan, desain tabel dan tulisan rata kiri kanan atau tengah yang tidak jelas seperti CSS website tidak ter-load (ditampilkan). pengguna jadi bingung mana yang berupa informasi mana bukan informasi, dikarenakan jika link diklik akan muncul halaman baru yang berisikan link link lagi.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Masalah kedua tidak terdapat menu dibagian atas maupun dibagian kiri website, sehingga tidak diketahui pengguna sedang berada di halaman mana.

Sebagai rekomendasi perbaikan, coba sebelum website dipublish, perhatikan CSS serta buat informasi yang membuat pengguna tidak bingung. Sehingga informasi tersampaikan (visibilitas informasi) lebih jelas.

Severity rating untuk poin aesthtic and minimalist design website 007museum yaitu Usability catastrophe.

referensi :
Nielsen J. 1995a. 10 Usability Heuristics for User Interface Design.
http://www.nngroup.com/articles/ten-usability-heuristics/

Nielsen J. 1995b. Severity Ratings for Usability Problems
http://www.nngroup.com/articles/how-to-rate-the-severity-of-usability-problems/

Posted on 13.01 by Bintang Kecil

4 comments

Postingan kali ini mengenai interaksi manusia komputer unsur usability heuristic menurut nielsen's.

Unsur Error Pevention, diharapkan sebuah website lebih baik membuat desain yang mencegah pengguna melakukan kesalahan daripada memunculkan pesan error yang bagus, apalagi kesalahan tanpa pesan error.

Dari unsur Error Pevention, website 007museum ini tidak membuat desain untuk mencegah pengguna melakukan kesalahan. tanpa pesan error, menampilkan halaman tidak dapat diakses. coba perhatikan gambar berikut :

Gambar 1 : ikon dalam kotak merah dapat dihover yang berarti link
(http://www.007museum.com/framesv/pcgamesv.htm)












Gambar 2 : hasil redirect (menuju) ke halaman lain.


Dapat dilihat pada gambar diatas, masalah pertama saya mengira gambar 007 yang nantinya berganti foto orang ketika diklik akan menuju ke halaman aktor, akan tetapi malah menampilkan pesan kesalahan yang seperti gambar kedua diatas.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gambar 3 : Tidak ter-load.


Masalah kedua pada poin error pevention, perhatikan gambar no 3 diatas, dapat terlihat jika disitu terdapat tulisan link, dan jika tulisan tersebut diklik, halaman tidak ter-load atau ditampilkan sampai muncul pesan dari web browser "The Connection Time Out".
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebenarnya terdapat satu masalah lagi yang ketiga yaitu sebelumnya, semua yang terdapat di website 007museum ini berupa link, termasuk gambar aktor, tulisan dan gambar bendera yang ternyata jika di klik menuju ke translate bahasa website ke bahasa gambar negara tersebut. (tidak terduga jika itu translate).

sebagai rekomendasi perbaikan untuk unsur error pevention, walau pembuat website mengira pengguna kebingungan dan tidak akan mengklik link tersebut sebaiknya pembuat website tidak membuat bingung, serta mencegah pengguna menemukan kesalahan tanpa pesan kesalahan dari sistem. Terlebih lagi sampai tidka tahu fungsi link dan tidak terdapat halaman rujukan ketika diklik.

severity rating untuk website 007museum ini dalam unsur error pevention adalah Usability catastrophe.

referensi :
Nielsen J. 1995a. 10 Usability Heuristics for User Interface Design.
http://www.nngroup.com/articles/ten-usability-heuristics/
Nielsen J. 1995b. Severity Ratings for Usability Problems
http://www.nngroup.com/articles/how-to-rate-the-severity-of-usability-problems/

Posted on 12.42 by Bintang Kecil

5 comments

Postingan kali ini mengenai interaksi manusia komputer unsur usability heuristic menurut nielsen's.

Unsur match beetween system and the real word, diharapkan sebuah website sebaiknya menggunakan bahasa dan ikon yang familiar digunakan oleh penggunadalam kehidupan sehari-hari.

Dari unsur match beetween system and the real word, website 007museum ini tidak menggunakan bahasa yang familiar. "Bahasa inggris bukan bahasa inggris, bahasa amerika atau swedia mungkin". coba perhatikan gambar berikut :


dapat dilihat pada gambar diatas, dari gambar diatas saja sudah terlihat banyak masalah, namun untuk masalah poin unsur usability heuristic kali ini terdapat dua masalah. Masalah pertama  yaitu masalah bahasanya yang "tidak karuan". Tidak diketahui memakai bahasa Inggris atau bahasa lain.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
masalah yang kedua yaitu tulisannya berbentuk link semua, informasi utamanya tidak dapat dimengerti. Benar-benar tidak se familiar dengan kebanyakan website yang pernah kita temui kan.

sebagai rekomendasi perbaikan untuk unsur usability heuristic match beetween system and the real word pada website 007museum ini yaitu, coba untuk lebih menggunakan bahasa yang familiar, seharusnya gunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional untuk website ini, atau menggunakan mutilanguage sehingga pengguna tidak kebingungan. Serta tidak membuat semua teks menjadi link semua, seperti website kebanyakan yang membuat informasinya tidak tersampaikan.

severity rating untuk website 007museum untuk poin match beetween system and the real word adalah Major usability problem.

referensi :
Nielsen J. 1995a. 10 Usability Heuristics for User Interface Design.
http://www.nngroup.com/articles/ten-usability-heuristics/
Nielsen J. 1995b. Severity Ratings for Usability Problems
http://www.nngroup.com/articles/how-to-rate-the-severity-of-usability-problems/

Posted on 12.00 by Bintang Kecil

4 comments

Postingan kali ini mengenai interaksi manusia komputer unsur usability heuristic menurut nielsen's.

Unsur consistency and standart, diharapkan sebuah website memiliki konsistensi dalam segi visual dan sesuai dengan standart platform dari sistem yang seharusnya.

Dari unsur consistency and standart, website 007museum ini tidak memiliki konsistensi sama sekali, dan tidak sesuai standart platform pada w3 . Coba perhatikan gambar berikut :

gambar header 1 : header pada halaman utama
(http://www.007museum.com/)








gambar header 2 : header pada halaman lain
(http://www.007museum.com/framesv/pcgamesv.htm)










Dapat dilihat dua gambar diatas merupakan screenshot header website, masalah pertama terkait konsistensi yaitu : header yang tidak konsisten antara halaman utama dengan halaman lainnya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gambar 3 : tata letak, tulisan dan ukuran gambar dan video pada setiap halaman


Masalah kedua dalam unsur konsistensi dan standart yaitu : perhatikan gambar 3 diatas, susunan tata letak (tatanan) tidak berarturan, tulisannya tidak rata kanan, kiri maupun tengah (campur), gambar tidak teratur sama sekali, ukuran gambar dan videonya besar kecil, panjang kebawah.

Sebagai rekomendasi perbaikan, lebih baik pembuat website mempelajari terlebih dahulu standart w3 dan belajar mengenai CSS. hal ini dikarenakan website tersebut seperti tidak menerapkan CSS ( cascading style sheets ) sebagai aturan untuk web agar terstruktur dan seragam.

severity rating untuk website 007museum yaitu Usability catastrophe.

referensi :
Nielsen J. 1995a. 10 Usability Heuristics for User Interface Design.
http://www.nngroup.com/articles/ten-usability-heuristics/
Nielsen J. 1995b. Severity Ratings for Usability Problems
http://www.nngroup.com/articles/how-to-rate-the-severity-of-usability-problems/

Posted on 11.11 by Bintang Kecil

3 comments

Rabu, 13 Mei 2015

Hai semua, kita bertemu lagi nih..
kali ini gua mau sharing mengenai visualisasi informasi untuk tugas mata kuliah interaksi manusia dan komputer. Visualisasi informasi tentang tabel jumlah kasus baru AIDS dan jumlah kasus kumulatif AIDS menurut provinsi di Indonesia yang terdapat pada buku Statistika Indonesia 2014 halaman 155 yang terbitkan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia (http://www.bps.go.id/).
Dalam memvisualisasikan informasi pada tabel tersebut, gua menggunakan sebuah referensi tool bernama Venngage (venngage.com). Disini gua memviasualisasikan data tabel yang berdasarkan provinsi tersebut menjadi total disetiap pulau. Adapun visualisasinya sebagai berikut :






























 
yah seperti diatas hasil visualisasi informasi dari tabel jumlah kasus baru AIDS dan kasus kumulatif AIDS menurut provinsi di Indonesia pada tahun 2012. Dari hasil visualisasi diatas, dapat saya visualisasi kan  jumlah per kasus baru AIDS dan per kasus kumulatif AIDS disemua provinsi yang gua rangkum menjadi total disetiap pulau di Indonesia.
Dari data yang ada diketahui jumlah kasus AIDS di Indonesia ini masih cukup tinggi dan semakin bertambah banyak jika di kumulatifkan jumlah kasusnya. Jumlah total kasus baru AIDS diketahui sebesar 5686 kasus, sedangkan total kasus kumulatif AIDS diketahui sebesar 42887 kasus.
Akankah jumlah ini terus bertambah? mari kita lindungi diri kita.

Dibuat oleh : Bintang JP Putra (G64144011)

Posted on 08.13 by Bintang Kecil

No comments